Flashdisk Tidak Bisa Diformat? Coba 7 Tips Ini

Memang sudah jarang orang yang masih memakai flash disk. Apalagi di era internet seperti saat ini, dimana kecepatan transfer data sudah semakin kencang. Banyak orang lebih memilih penyimpanan cloud sebagai solusi.

Akan tetapi tidak menutup kemungkinan kalau masih ada yang menggunakan flash drive. Khususnya bagi kamu yang bekerja di dunia kreatif, dan berhubungan dengan klien. Demi menjaga privasi data, biasanya flash driveย lebih disukai.

Lalu akan jadi masalah ketika flash diskย tersebut mengalami error. Biasanya orang akan langsung melakukan formattingย berharap flashdisk bisa kembali normal. Pertanyaannya, bagaimana bila muncul pesanย Can’t format USB Drive?

Tenang, kami punya solusinya!


1. Pastikan Flashdisk Tidak Terproteksi

Unprotect USB

Langkah paling mudah yang bisa kamu lakukan adalah dengan cara memastikan bahwa flashdisk yang kamu gunakan tidak terproteksi sehingga kamu bisa melakukan formatting. Berikut ini adalah langkah-langkahnya dengan menggunakan Command Prompt alias CMD:

  1. Klik logo windows, lalu ketik “cmd
  2. Klik kanan di program command prompt yang muncul, dan pilih Run as Administrator
  3. Bila sudah terbuka, ketik “diskpart“, lalu Enter
  4. Ketik “list disk“, lalu Enter
  5. Ketik “select disk 0“, tapi ganti angka 0 dengan lokasi flashdisk pada laptopmu, lalu Enter
  6. Ketik “attributes disk clear readonly“, lalu Enter

Apabila masalah belum juga terpecahkan, kamu bisa menghapus proteksi yang ada pada flashdisk dengan memanfaatkan Registry Editor. Berikut ini langkah-langkahnya.

  1. Klik logo windows
  2. Ketik “regedit” dan buka program yang muncul
  3. Carilah folder berikut ini: Computer\HKEY_LOCAL_MACHINE\SYSTEM\CurrentControlSet\Control\StorageDevicePolicies
  4. Klik dua kali pada pilihanย WriteProtect.
  5. Ubahย valueย dariย 1 ke 0.
  6. Tutupย Registry Editor.
  7. Restart laptop.

Dengan cara ini secara otomatis flashdisk yang kamu gunakan menjadi hilang proteksinya. Bila masalahnya ada disini, maka kamu bisa langsung melakukan formatting pada flashdisk yang kamu punya. Bila tidak, boleh lanjut ke tips berikutnya.


2. Scan Virus dan Malware di PC & USB

antivirus terbaik

Cara ini bisa dibilang cara singkat yang bisa kamu ambil. Khususnya jika kamu merasa masalah flashdisk-mu diakibatkan oleh virus ataupun malware. Silahkan coba beberapa cara yang kami rekomendasikan di bawah ini.

Bila tidak memiliki antivirus, silahkan coba memanfaatkan Microsoft Defender sesuai langkah di bawah ini.

  1. Klikย Settingsย >ย Update & Security.
  2. Klikย Windows Securityย >ย Open Windows Securityย >ย Virus & Threat Protection.
  3. Klikย Scan Optionsย >ย Windows Defender Offline Scan.
  4. Klikย Scan Now.

Apabila menurutmu pertahanan yang ditawarkan oleh Windows belum sebaik yang lainnya, tentu bisa menggunakan antivirus yang lebih terpercaya. Beberapa yang kami rekomendasikan sepertiย BitDefender, McAfee, Avast, Avira,ย hinggaย Nortonย danย SmadAV.


3. Perbaiki Flashdisk yang Corrupt dengan CHKDSK

chkdsk

Serupa dengan cara yang pertama, langkah ini bisa kamu pakai khususnya bila mencurigai kalauย corrupted driveย menjadi biang keladinya. Nah ini dia langkah-langkahnya.

  1. Klik logo windows dan ketik “cmd
  2. Klik kanan di program yang muncul, dan pilih Run as Administrator
  3. Ketik persisi seperti ini: chkdsk g: /f /r /x
  4. Sedikit catatan, ganti “g” diatas dengan lokasi flashdisk di laptopmu.

Bila masalahnya benar karena drive yang corrupt, seharusnya flashdisk mu akan segera bisa digunakan setelah mencoba cara yang satu ini. Termasuk melakukan formatting, dan tentu kamu bisa langsung mencobanya setelah proses ini selesai.


4. Format dengan Disk Manager

Flashdisk error

Cara ini juga tergolong sebagai sedikit lebih rumit ketimbang beberapa cara sebelumnya. Tapi menurut kami masih bisa dilakukan oleh banyak orang. Cukup ikuti arahan kami berikut ini.

  1. Tekanย Windows + Rย secara bersamaan.
  2. Ketik “compmgmt.msc” lalu tekan Ok.
  3. Di menu sebelah kiri, klik Storageย >ย Disk Management.
  4. Di menu sebelah kanan, klik kanan pada Flash Disk.
  5. Klikย New Simple Volume.
  6. Pilihย Format this volume with the following settings:
  7. Pilh file system NTFS.
  8. Pilih allocation unit size Default.
  9. Ceklisย Perform a quick format.
  10. Klikย Nextย >ย Finish.

Dengan cara ini secara otomatis kamu sudah melakukan formatting terhadap flashdisk tersebut. Bila masih ragu, kamu bisa langsung cek flashdisk tersebut secara manual. Apakah data-data di dalamnya sudah kosong atau belum.


5. Format dengan Command Prompt

Cara kelima sebenarnya bisa dikatakan mirip dengan cara keempat dimana kamu melakukanย forced formatting.ย Perbedaannya cara ini lebih halus dan memanfaatkan command prompt. Ini dia langkah-langkah yang bisa kamu lakukan.

  1. Klik logo windows dan ketik “cmd“.
  2. Klik kanan di program yang muncul dan pilih Run as Administrator.
  3. Ketik “list disk” lalu Enter
  4. Ketik “select disk 0“, dan ganti angka “0” dengan lokasi flashdisk mu, lalu Enter
  5. Ketik “clean” lalu Enter
  6. Ketik “create partition primary” lalu Enter
  7. Ketik “active” lalu Enter
  8. Ketik “select partition 1” lalu Enter
  9. Ketik “format fs=ntfs quick” lalu Enter
  10. Tunggu beberapa saat hingga proses formatting selesai.

Cara ini memang relatif lebih mudah, namun sayangnya tidak efektif untuk beberapa kasus. Apalagi pada kasus-kasus kerusakan flashdisk. Tapi tenang, bila sampai sini kamu belum bisa melakukan formatting, kamu bisa lanjut ke tips selanjutnya.


6. Format dengan Rufus

Rufus USB

Rufus merupakan salah satu program yang cukup terkenal pada masanya, dan mungkin hingga saat ini. Program ini memungkinkan kamu melakukan beberapa pengaturan penting terhadap drive yang kamu inginkan. Tentu saja termasukย formattingย flashdisk.

Untuk bisa melakukan format memanfaatkan program yang satu ini, kamu bisa mengikuti langkah di bawah ini.

  1. Unduh programย Rufusย di sini.
  2. Lakukanย Instalasiย >ย Buka program Rufus.
  3. Pada menuย Drive Properties,ย lakukan pengaturan sebagaimana di bawah ini.
  4. Device, pastikan berada di posisi flashdiskmu.
  5. Boot selection, pilih non bootable.
  6. Partition scheme, pilih MBR.
  7. Target system, pilih BIOS or UEFI.
  8. File system, pilih FAT32 atau NTFS.
  9. Klikย Start.

Tunggu hingga proses pembersihan flashdisk selesai dilakukan oleh Rufus. Proses ini tidak memakan waktu yang panjang jadi bersabarlah. Lalu, jika kamu masih kebingungan cara menggunakan Rufus, silahkan buka laman resmi mereka atau cari tutorialnya di Youtube.


7. Menggunakan Tools Formatting USB Lainnya

Cara terakhir merupakan cara yang bisa kamu lakukan apabila seluruh tips yang kami berikan di atas tidak ampuh untuk menjebol pertahanan USB mu. Cara ini kami letakkan di akhir karena tentu memiliki risiko, apalagi bagi kamu yang tidak familiar.

Saat ini ada banyak sekaliย toolsย untuk formatting flashdisk yang bisa kamu gunakan selainย Rufus.ย Meski demikian salah satu hal tersulit dari mencari tools semacam ini adalah mencari file original untuk diunduh. Salah-salah kamu malah memasukkan virus atau malware ke dalam laptopmu.

Namun berbeda dengan Rufus, kami akan coba berikan pula beberapa tools berbayar yang bisa kamu unduh. Tentu saja dengan membayar, sehingga kemungkinan flashdiskmu bisa diperbaiki menjadi lebih tinggi. Berikut adalah beberapa rekomendasi dari kami.

  1. HP USB Disk Storage Format Toolsย (gratis), cek disini.
  2. JetFlash Onlien Recoveryย (gratis), cek disini.
  3. HDD Low-Level Format Toolย (berbayar), cek disini.
  4. Kingston USB Format Utilityย (gratis), cek disini.
  5. IM-Magic Partition Resizerย (berbayar), cek disini.
  6. EaseUSย (berbayar) cek disini.
  7. AOMEI Partition Assistant (berbayar), cek disini.

Diantara tujuh aplikasi yang kami rekomendasikan, beberapa yang memiliki popularitas tinggi adalah AOMEI dan EaseUS. Tapi sayangnya harganya terlalu mahal menurut kami. Lalu bagaimana?ย Mungkin sekarang saat yang tepat untuk membeli flashdisk baru?

Fakhri Zahir

Since 2009, Fakhri has used a range of laptops, from gaming and hybrid models to MacBooks. The first gaming product he encountered was the Nokia N-Gage QD, released in 2004, sparking his interest in exploring various gadgets and laptops for personal, academic, and professional needs. Some of the laptops he has personally owned include the Acer Nitro, MacBook Pro, Lenovo ThinkPad, and Asus TUF. Outside the digital world as a content creator and entrepreneur, Fakhri is a doctor who graduated from the University of Indonesia and is currently pursuing specialized training in cardiology.

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Most Voted
Newest Oldest
Inline Feedbacks
View all comments