Apa Artinya PAP? Ini Penjelasan dan Sejarahnya!

Sebagai pengguna internet, pasti kamu sering mendengar Istilah PAP kan?

Dunia digital yang berkembang pesat sangat berdampak terhadap penggunaan media sosial dan aplikasi chat di kehidupan kita sehari-hari. Beberapa aplikasi yang sedang / masih populer belakangan ini adalah Instagram, TikTok, Facebook, Twitter, dan WhatsApp.

Banyak sekali hal yang tidak bisa dilakukan di dunia nyata, namun bisa dilakukan lewat internet. Salah satu istilah yang sering muncul di internet, baik itu media sosial maupun chat, adalah PAP.

Singkatnya, PAP adalah singkatan dari Post a Picture, yang berarti si pengirim chat โ€œPAPโ€ itu meminta lawan bicaranya untuk mengirimkan sebuah gambar.

Namun, foto seperti apa yang dimaksud? Meskipun secara teknis Post a Picture berarti bisa foto apapun, biasanya dalam konteks minta PAP, orang itu meminta lawan bicaranya untuk foto langsung menggunakan kamera ponselnya.

Kalau belum paham, bayangkan si A sedang chat-an dengan B. Chat nya sebagai berikut:

A: Lagi dimana?
B: Di pantai
A: Coba PAP

Dalam konteks diatas, kemungkinan besar si A meminta B untuk memotret pantai dengan kamera HP, lalu dikirimkan ke A.

Meksipun sangat normal, namun dalam sejarah perjalanannya, PAP telah bergeser makna dari minta foto biasa, hingga sekarang memiliki konotasi negatif yaitu meminta foto dengan unsur dewasa.

Lihat: 23 aplikasi cari jodoh terbaik untuk kamu


Sejarah Terbentuknya PAP

cewek selfie pap

Ternyata, PAP pertama kali muncul untuk kepentingan online shop untuk membuktikan kebenaran barang yang dijual, serta apakah si pembeli atau penjual sudah tiba di lokasi COD (Cash on Delivery).

Seiring berkembangnya internet, semua hal menjadi serba instan dan cepat. Hal ini juga berlaku untuk komunikasi, dimana kedua partisipan seringkali mempersingkat jumlah kata yang perlu diketik, untuk menyampaikan maksud yang sama.

Penyingkatan ini bisa dilihat dari โ€˜dmnโ€™ yang berarti โ€˜dimanaโ€™, โ€˜kmโ€™ yang berarti โ€˜kamuโ€™, hingga โ€˜gppโ€™ yang berarti โ€˜gak apa apaโ€™. Setiap hal kecil yang bisa dibuat lebih efektif sangat dihargai di dunia digital.

Penyingkatan kata ini juga membuat obrolan terasa lebih santai dan kasual, karena tidak menggunakan bahasa-bahasa baku, dan cenderung menggunakan bahasa slang.

PAP sendiri awalnya berasal dari negara Amerika, dimana tentu saja para pengguna internet merasa waktunya terbuang kalau harus mengetik panjang setiap kali mau minta foto. Kalimat PAP ini pun diserap mentah mentah ke negara Indonesia dan digunakan sebagai bahasa kasual sehari-hari.

Baca: Mengenal dan mengatasi penipuan dating online


Kegunaan dan Manfaat PAP

Bayangkan kalau setiap kali kamu mau minta foto, harus mengetik โ€˜coba kirim fotoโ€™ dengan keyboard hp yang super kecil. Lumayan melelahkan bukan? Disinilah PAP hadir dan membuat waktu kita semua jadi lebih efektif.

PAP dapat diketikkan dengan huruf kapital semua, ataupun huruf kecil semua, jadi kamu bisa mengetik “coba PAP” ataupun “coba pap”. Keduanya memiliki makna yang sama.

Penggunaan PAP yang tidak kalah populer lainnya adalah untuk membuktikan keberadaan seseorang. Ketika kamu janjian ke suatu cafe dengan teman, dan ia mengaku sudah sampai, tentu kamu tidak percaya begitu saja kan?

Di situasi ini kamu bisa memanfaatkan PAP yang caranya cukup simpel: tinggal ketik โ€˜Coba PAPโ€™, dan kebenaran akan terungkap apakah teman kamu betulan sudah sampai atau belum. Disinilah kehadiran PAP alias Post a Picture mulai berasa fungsinya.

Meskipun demikian, PAP yang dilakukan oleh lawan bicara juga tidak bisa dipercaya mentah mentah. Ada suatu insiden dimana si A minta PAP ke B yang mengaku sudah sampai McDonalds. A pun percaya dan ia langsung bergegas, hanya untuk mendapati kalau ternyata PAP yang dikirim adalah foto hasil Googling.

Banyaknya kebohongan dan manipulasi ini mendorong kita semua untuk waspada terhadap apapun di internet. Apalagi kalau kamu pengguna aplikasi dating online seperti Tinder atau Tantan.

Insiden PAP juga sering terjadi di kalangan pengguna aplikasi dating online, dimana satu pihak mengirimkan PAP bohongan yang merupakan hasil googling, entah itu foto badan, muka, lokasi janjian, dan lain-lain.

Baca juga:

Dimas Bimawan

A laptop and computer technician since 2008, Dimas's journey began with his curiosity about how desktop PC components work. Overclocking and computer and laptop repairs became part of his daily routine. Some of the laptops that have been part of his daily gear include the Toshiba Satellite, Razer Blade, MacBook Air, MacBook Pro, Acer Aspire, Dell Inspiron, HP Spectre, and IBM ThinkPad. Beyond the computer workshop, Dimas holds a degree in physics from the Bandung Institute of Technology and has worked with companies like Alterra Indonesia, Mobile Premier League, Lifepal, Perusahaan Gas Negara, KliknClean, and WPMU DEV.

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Most Voted
Newest Oldest
Inline Feedbacks
View all comments